MASAKINI.CO – Pemerintah memastikan Program Magang Nasional akan kembali dilanjutkan pada periode 2026–2027 dengan sejumlah perbaikan strategis. Program ini akan diperluas dari sisi kuota, kualitas pelatihan, hingga keterlibatan industri.
Kepastian tersebut disampaikan usai pertemuan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Berdasarkan evaluasi, program magang periode 2025–2026 mencatat tingginya minat masyarakat dengan sekitar 400 ribu pendaftar, namun hanya 100 ribu peserta yang dapat mengikuti program.
Pada periode mendatang, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah peserta sekaligus memperkuat kualitas keterampilan yang diberikan. Program ini tetap mengedepankan pengalaman kerja langsung di dunia industri dengan pendampingan mentor.
Peserta juga akan tetap menerima uang saku bulanan setara Upah Minimum Provinsi (UMP) yang bersumber dari pemerintah pusat, sebagai insentif untuk menarik lebih banyak lulusan baru.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, ke depan pemerintah akan mendorong keterlibatan perusahaan secara lebih aktif, termasuk dalam pembiayaan uang saku peserta.
“Kita sedang mengkaji agar perusahaan ikut berkontribusi dalam uang saku peserta, meskipun tidak dominan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya peran perusahaan dalam membina peserta magang agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk pemberian sertifikat kompetensi setelah program selesai.
Evaluasi lain yang menjadi sorotan adalah distribusi peserta yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pemerintah menargetkan pemerataan peserta hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
Cakupan bidang keahlian juga akan diperluas. Program magang tidak lagi terbatas pada bidang administrasi, pemasaran, dan manajemen, tetapi akan menjangkau lebih banyak sektor, termasuk bagi lulusan diploma dan sarjana dari berbagai latar belakang.
Selain program magang, pemerintah juga memperkuat pelatihan vokasi, khususnya bagi lulusan SMK, guna meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Dengan sejumlah pembaruan tersebut, Program Magang Nasional diharapkan menjadi solusi konkret dalam menekan pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja muda di Indonesia.










Discussion about this post