MASAKINI.CO – Owner Daycare BD, Husaini, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para orang tua, atas keresahan yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.
“Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua atau wali murid,” ujar Husaini, Kamis (39/4/2026).
Dalam keterangannya, Husaini menegaskan bahwa kasus tersebut tidak memiliki kaitan dengan TK Khalifah Aceh 3 maupun jaringan Khalifah secara nasional. Ia menyebut, kedua unit tersebut berbeda secara manajemen, operasional, hingga lokasi.
“Daycare Baby Preneur dan TK Khalifah Aceh 3 adalah dua unit yang berbeda dan tidak berada dalam satu pengelolaan,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa kasus ini telah ditangani aparat penegak hukum, dengan tiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Pihaknya, kata dia, menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang. “Kami mendukung penuh langkah hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.
Husaini mengaku menyesal atas kejadian tersebut dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah peristiwa serupa terulang. Ia juga menyatakan telah mengambil langkah awal dengan memberhentikan tiga pengasuh, termasuk pelaku, sebelum kasus tersebut viral di masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan kepada orang tua murid menjadi salah satu langkah yang diambil sejak awal. Ia menyebut, fasilitas CCTV di daycare memang sengaja disediakan agar aktivitas anak dapat dipantau oleh wali.
“Saya sendiri yang menyampaikan ke grup orang tua bahwa ada kejadian ini dan langsung melakukan pemberhentian terhadap pengasuh,” katanya.
Selain itu, pihak daycare juga telah menemui orang tua korban untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung serta berkomitmen memberikan pendampingan, termasuk fasilitas psikolog untuk memantau kondisi trauma anak.










Discussion about this post