MASAKINI.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengukuhkan sembilan guru besar dalam Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Angkatan VIII di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Selasa (22/9/2026).
Pengukuhan tersebut menambah jumlah profesor UIN Ar-Raniry menjadi 65 orang. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan 2022 yang saat itu baru mencapai 22 profesor.
Prosesi pengukuhan dilakukan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin MA yang diwakili Staf Ahli Menteri Agama Dr Faisal Ali Hasyim SE MSi CA CSEP QIA CGCAE. Kegiatan turut dihadiri pimpinan, anggota senat, dan para wakil rektor UIN Ar-Raniry.
Sembilan guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari sejarah peradaban Islam, filsafat, sastra, pendidikan, politik Islam, komunikasi dakwah, hukum perdata hingga inovasi pengajaran.
Mereka adalah Prof Dr Inayatillah SAg MAg sebagai Guru Besar bidang Sejarah Peradaban Islam; Prof Dra Juwaini MAg PhD bidang Filsafat Islam Klasik; Prof Dr Muhammad Nasir MHum bidang Sastra Inggris; Prof Dr Sri Rahmi MA bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam; serta Prof Dr Muji Mulia SAg MAg bidang Pemikiran Politik Islam Kontemporer.
Selanjutnya Prof Dr Fuadi Mardatillah MA sebagai Guru Besar bidang Filsafat Pendidikan Islam; Prof Dr Fakhri SSos MA bidang Komunikasi Dakwah; Prof Dr EMK Alidar SAg MHum bidang Hukum Perdata; dan Prof Dr Ismail Anshari MA bidang Inovasi Pengajaran.
Staf Ahli Menteri Agama, Faisal Ali Hasyim, saat membacakan arahan Kamaruddin Amin mengatakan pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik maupun penambahan jumlah profesor.
Menurut Kamaruddin, jabatan profesor membawa tanggung jawab keilmuan, moral, dan peradaban yang lebih besar. Para guru besar diharapkan tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing generasi dan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.
“Guru besar adalah amanah keilmuan, amanah moral dan amanah peradaban,” kata Kamaruddin dalam arahan yang dibacakan Faisal.
Ia berharap sembilan guru besar yang baru dikukuhkan dapat menjadi energi baru bagi UIN Ar-Raniry dalam memperkuat tradisi akademik, meningkatkan kualitas riset dan memperluas jejaring internasional.
Para profesor juga didorong mengambil peran dalam transformasi UIN Ar-Raniry menuju World Class University melalui penguatan riset dan pengembangan gagasan yang memiliki kontribusi lebih luas.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, mengatakan pengukuhan sembilan guru besar menjadi momentum untuk meneguhkan capaian akademik sekaligus memperbesar tanggung jawab para profesor terhadap pengembangan ilmu dan masyarakat.
“Guru besar bukan hanya gelar akademik. Ia adalah tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu, menghasilkan karya, membimbing generasi, menjaga integritas akademik dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Mujiburrahman.
Ia menegaskan pengukuhan tersebut bukan menjadi akhir perjalanan akademik, melainkan awal pengabdian yang lebih luas. Para guru besar juga diharapkan mampu membimbing mahasiswa agar berpikir kritis, kreatif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan teknologi serta tantangan global.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf MA, menyebut penambahan sembilan guru besar memperlihatkan percepatan pertumbuhan sumber daya manusia akademik di kampus tersebut.
“Jika tahun 2022, UIN Ar-Raniry baru mempunyai 22 orang profesor, maka di tahun 2026, akhir masa jabatan Rektor UIN Ar-Raniry periode 2022-2026 menjadi 65 orang, tumbuh melonjak hampir 200 persen,” kata Yasir.








Discussion about this post