MASAKINI.CO – Musim kemarau di Aceh pada 2026 diperkirakan terjadi secara bertahap di berbagai wilayah. Secara umum, kemarau diprediksi mulai meluas pada Mei hingga Juni, dengan puncaknya terjadi pada Juni sampai Agustus di sejumlah daerah.
Berdasarkan pemantauan hingga akhir Februari 2026, sebagian wilayah Aceh bahkan telah lebih dulu memasuki musim kemarau sejak Januari. Wilayah yang lebih awal mengalami kemarau berada di Zona Musim (ZOM) 5 dan ZOM 9.
Daerah yang termasuk ZOM 5 meliputi Sabang, Banda Aceh, serta bagian utara Aceh Besar. Sementara ZOM 9 mencakup bagian selatan Aceh Tamiang, wilayah timur Aceh Timur, dan bagian timur Gayo Lues. Wilayah-wilayah tersebut tercatat mulai mengalami musim kemarau sejak 11–20 Januari 2026.
Staff Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Aceh, Fitrohim, mengatakan wilayah pesisir utara hingga timur Aceh saat ini juga sudah berada dalam periode kemarau pertama, meskipun masih berpotensi mengalami hujan dalam waktu dekat.
“Wilayah sepanjang pesisir utara hingga timur Aceh saat ini terpantau sudah memasuki periode kemarau pertama. Namun kami memprediksi masih ada peluang hujan yang terjadi pada bulan Maret hingga April,” ujar Fitrohim, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, setelah periode hujan tersebut, wilayah pesisir utara dan timur Aceh diperkirakan kembali memasuki periode kemarau berikutnya pada Mei hingga Juni.
“Untuk periode kemarau kedua diprediksi terjadi pada Mei sampai Juni, dengan puncak kemarau kemungkinan terjadi pada Juni hingga Juli,” jelasnya.
Sementara itu, wilayah dataran tinggi atau kawasan tengah Aceh diperkirakan mengalami kemarau sedikit lebih lambat dibanding wilayah pesisir. Menurut Fitrohim, daerah di wilayah tengah diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Juni dengan puncaknya terjadi pada Juli hingga Agustus 2026.
Informasi ini disampaikan oleh BMKG melalui Stasiun Klimatologi Aceh sebagai bagian dari pemantauan perkembangan musim yang terus diperbarui secara berkala.










Discussion about this post